4 Jenis Tambal Gigi yang Perlu Anda Ketahui

Tambal gigi merupakan sebuah prosedur yang dikerjakan untuk mengisi kembali celah pada gigi yang berlubang. Tak hanya itu, bisa juga untuk memperbaiki kondisi gigi yang rusak patah, retak, hingga rapuh disebabkan kebiasaan buruk. Misalnya, kebiasaan menggertakan gigi yang juga dikenal dengan bruxim dan juga menggigit kuku.

Kira-kira jenis tambal gigi seperti apa yang akan digunakan dokter dalam prosedur tambal gigi yang rusak? Simak penjelasan singkatnya berikut ini.

#1. Amalgam

Jenis tambalan yang pertama ialah amalgam. Tambalan gigi ini terbuat dari beberapa bahan campuran seperti timah,perak, seng, tembaga serta merkuri.

Tambalan jenis ini biasanya menggunakan bahan merkuri sekitar 50% dari total keseluruhan bahan. Amalgam sendiri kebanyakan digunakan untuk menambal atau memperbaiki bagian gigi geraham belakang.

Penggunaan tambalan gigi jenis ini umumnya penggunaannya mampu bertahan hingga 10 tahun. Tetapi, kebanyakan dokter gigi tidak merekomendasikan tambalan Amalgam. Hal tersebut karena zat merkuri  yang jadi salah satu bahan utama pembuatnya merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan

Ketika zat tersebut tertelan dan masuk ke dalam tubuh, bisa membuat organ pencernaan Anda terluka. Selain itu, ketika tak sengaja terhirup dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada organ paru-paru. Sehingga penggunaannya sangat tidak dianjurkan.

#2. Komposit resin

Jenis tambal gigi yang selanjutnya ialah komposit resin. Bahan yang digunakan untuk membuat tambalan gigi jenis ini ialah campuran dari kaca halus dan juga partikel plastik.

Prosedur tambal gigi menggunakan jenis tambalan gigi tersebut biasanya menggunakan sinar biru terang. Sinar tersebut berfungsi untuk membuat partikel kaca yang ditempelkan pada gigi menjadi keras.

Proses penambalan gigi dengan komposit resin membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama karena dokter harus ke laboratorium lebih dulu. Hal tersebut dilakukan untuk mengirimkan contoh cetakan kerangka gigi dan membuat isi cetakan untuk gigi yang rusak atau pun berlubang.

Kelebihan dari tambalan gigi jenis ini ialah warna tambalannya akan lebih menyatu dengan warna asli  gigi dan penggunaan materialnya pun juga terbilang kuat.

Tetapi sayangnya, tambalan gigi jenis komposit resin ini jadi lebih mahal ketimbang berbahan almagam. Selain itu, tambalan jenis ini pun hanya mampu bertahan kurang lebih 5 tahun saja pada gigi.

#3. Emas kuning

Emas kuning mungkin jadi salah satu jenis tambalan gigi yang cukup populer dan banyak digunakan di Indonesia. Tambalan gigi jenis ini umumnya terbuat dari campuran emas dan logam.

Sebagian besar orang yang menambal giginya juga lebih menyukai jenis tambalan emas ini karena faktor warnanya ketimbang jenis amalgam yang berwarna perak.

Selain itu bahan emas pada jenis tambalan ini pun tidak mengakibatkan korosi pada gigi. Tak hanya itu saja, tambalan gigi berbahan emas ini juga lebih tahan lama, umumnya masa pemakaiannya bisa sampai 15 tahun.

Kelebihan yang lain, tambalan berbahan emas juga sangat kuat untuk membantu gigi mengunyah makanan yang bertekstur tebal dan keras. Namun, jika berbicara soal harga, jenis tambalan gigi yang berbahan emas ini memang jauh lebih mahal.

Apalagi jika dibandingkan dengan jenis tambalan gigi berbahan amalgam maupun komposit. Perbedaan harganya bisa sekitar 6 hingga 7 kali lipat.

#4. Logam dan porselen

Satu lagi jenis tambal gigi yang kerap digunakan untuk memperbaiki gigi yang rusak, yakni porselen dan juga logam. Kedua bahan tersebut umumnya dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan hampir di seluruh bagian gigi.

Tak hanya itu saja, bahan tersebut juga bisa digunakan untuk kawat gigi, implan, hinggaveneer gigi. Meskipun demikian, harga untuk jasa pemasangan tambal gigi berbahan logam justru jauh lebih murah ketimbang bahan porselen.

Keduanya juga terbilang cukup aman digunakan, dan mampu bertahan sedikit lebih lamasekitar 7 tahun bahkan lebih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Halo, ada yang bisa kami bantu?